Mitos Makan Brutu atau Pantat Ayam Bisa Bikin Bodoh, Ini Faktanya!

Gofresh

Agustus 19, 2025

Di berbagai daerah di Indonesia, brutu atau pantat ayam sering kali dianggap sebagai bagian tubuh ayam yang tabu dikonsumsi, terutama oleh anak-anak. Mitos yang berkembang menyebutkan bahwa makan pantat ayam bisa membuat bodoh atau pikun. Tapi, benarkah demikian? Yuk, simak fakta ilmiahnya berikut ini.

Apa Itu Brutu atau Pantat Ayam?

Secara anatomi, brutu ayam (dalam istilah ilmiah disebut pygostyle) merupakan bagian paling belakang dari tubuh ayam, tempat bulu-bulu ekor berkumpul dan menempel. Di bagian inilah terdapat kelenjar uropygial, yaitu kelenjar minyak yang berfungsi untuk melumasi bulu agar tetap tahan air dan fleksibel.

Meskipun bagian ini sering dihindari oleh sebagian orang karena dianggap menjijikkan atau tidak higienis, brutu justru menjadi favorit bagi pecinta masakan ayam, terutama di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Kandungan Gizi Brutu atau Pantat Ayam

Kandungan Gizi Brutu atau Pantat Ayam

Sebuah studi dari Nutrition and Dietary Studies of America menunjukkan bahwa pantat ayam mengandung lebih banyak zat besi dan kalsium dibandingkan bagian dada ayam. Dalam 100 gram pantat ayam:

  • Zat besi: 11% dari kebutuhan harian
  • Kalsium: 8% dari kebutuhan harian

Sebagai perbandingan, dada ayam hanya mengandung sekitar 8% zat besi dan 2% kalsium. Zat besi berperan penting dalam mencegah anemia, meningkatkan konsentrasi, serta mendukung fungsi imun tubuh. Sementara itu, kalsium sangat vital untuk kesehatan tulang, gigi, kontraksi otot, hingga fungsi sistem saraf.

Baca Juga: 5 Manfaat Ceker Ayam untuk Tubuh yang Wajib Anda Ketahui!

Selain itu, bagian brutu juga mengandung protein hewani dan sejumlah vitamin B yang berperan dalam metabolisme energi.

Mitos yang Beredar Soal Brutu Ayam

Di beberapa wilayah seperti Jawa dan Sulawesi, terdapat mitos bahwa makan brutu atau pantat ayam bisa membuat anak menjadi bodoh, pikun, atau bahkan genit saat dewasa. Mitos ini sebenarnya merupakan bentuk kearifan lokal yang sengaja dibuat oleh orang tua untuk mencegah anak-anak memakan bagian ayam yang lebih empuk dan gurih—agar bisa dinikmati oleh orang tua sendiri.

Mitos yang Beredar Soal Brutu Ayam

Mitos lainnya mengatakan bahwa brutu adalah bagian yang kotor karena dekat dengan saluran pembuangan kotoran. Padahal, jika diolah dengan benar dan dibersihkan secara menyeluruh, brutu ayam aman dikonsumsi.

Risiko Konsumsi Brutu yang Perlu Diperhatikan

Meski memiliki kandungan nutrisi yang baik, pantat ayam juga mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi akibat kelenjar minyak yang terdapat di dalamnya. Lemak jenuh yang dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko:

  • Obesitas
  • Penyakit jantung koroner
  • Diabetes tipe 2
  • Kanker usus besar (jika pola makan tidak seimbang)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar konsumsi lemak jenuh tidak melebihi 10% dari total kalori harian. Untuk rata-rata orang dewasa, ini setara dengan sekitar 22–30 gram lemak jenuh per hari.

Jadi, Boleh Nggak Sih Makan Brutu Ayam?

Jawabannya: boleh, asal tidak berlebihan dan selalu pastikan kebersihannya saat diolah. Konsumsi pantat ayam bisa menjadi sumber nutrisi tambahan seperti zat besi dan kalsium. Namun, tetap harus diimbangi dengan asupan makanan bergizi lainnya agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap seimbang.

Supplier Ayam Potong Beku Terpercaya!
📢 Untuk info lebih lanjut:
📲 WA: 0811 907 6767
🌐 gofreshchicken.com

Related Post

Tinggalkan komentar